Labels

August 25, 2014

Bertanya

Beberapa hari yang lalu kantor kami kedatangan tamu, dan supir kantor berkesempatan mengantarnya ke bandara. Keesokan harinya, si supir mengatakan kepada saya bahwa si tamu sangat baik. Saya mengiyakan sebelum si supir menyambung kalimatnya, "Dia kasih tip lebih besar dibanding tamu-tamu yang lain." 

Hm.. Menarik. Ternyata si supir menilai seseorang baik dari berapa besar tip yang dia terima. Sedangkan saya mengiyakan karena tamu tersebut berkunjung dengan ramah dan tidak menyulitkan pekerjaan saya. 

Masing-masing dari kami punya standar penilaian tersendiri, yang tentunya berdasarkan apa yang paling menguntungkan bagi kami. Jujur saya sempat berpikir "ngga banget" saat mendengar alasan si supir. Tapi kemudian saya lanjut berpikir, bagaimana dengan saya sendiri? 

July 31, 2014

Miliknya

Mencintai membuatku merenungkan apa arti cinta yang sebenarnya.
Menyayangi membuatku kehilangan rasa sayang yang sesungguhnya. 
Memutuskan membuatku berpikir akan penyesalan. 
Menyalahkan membuatku menyangkal kenyataan. 

Itu dia... Dia. 
Hanya dia.. Dia. 

"Seandainya" menjawab "mengapa"
"Karena" dijawab "harusnya"

Itu dia.. Dia. 
Hanya dia... Dia. 

Bila kemarin jalani hari ini 'tuk sambut hari esok.
Langkah yang terhenti akhirnya sampai di pelosok. 
Berpaling 'tuk yakinkan diri. 
Berlari hentikan mimpi. 

Dia..?

July 30, 2014

Hanya Berkata

Satu bulan yang lalu saya mendapat tawaran kerja yang sangat menarik. Bahkan dari segi pendapatan, angka yang ditawarkan merupakan impian saya sejak beberapa tahun yang lalu. Namun dengan mempertimbangkan beberapa hal, saya menolak tawaran tersebut. 

Akhir-akhir ini saya sedang menghadapai beberapa kesulitan di pekerjaan. Sempat terlintas dalam pikiran saya, kenapa saya menolak tawaran pekerjaan yang sangat menarik demi bertahan dengan pekerjaan yang sangat "menarik."  Teman saya menganggap bahwa pemikiran saya itu suatu bentuk penyesalan. Tetapi sebenarnya itu merupakan motivasi dari diri saya sendiri untuk mengingat kembali apa yang membuat saya bertahan. 

Penyesalan bukan jawaban, melainkan pelajaran untuk tidak kembali menyesal di masa depan. 

June 30, 2014

Selintas Kata

Baru-baru ini saya mendapatkan tawaran pekerjaan yang sangat menarik. Dengan penuh syukur saya menolak tawaran tersebut. Kenapa? Mungkin saya bodoh. Tapi bukan berarti saya menolak tanpa berpikir. 

Tidak pernah terbayang kalau saya akan mendapatkan tawaran yang bagus bahkan tanpa mencari. Sampai beberapa bulan yang lalu saya sangat ingin pindah kerja. Mungkin justru karena itu lah, saya memantapkan diri untuk bertahan. Karena sudah sejauh ini saya berjuang. Saya tidak boleh berhenti di tengah jalan tanpa hasil. 

Otak saya berpikir jernih dan tidak mau melewatkan kesempatan ini. Tapi hati saya tidak setuju. Memberontak menginginkan pertahanan diri. 

Dan beginilah akhirnya. Saya ikuti kata hati. Meyakinkan diri bahwa ini adalah keputusan yang terbaik. 

Godaan boleh datang. Perjuangan berikan lelah. Pergumulan sebabkan keraguan. Tapi Dia, selalu ada berikan ketenangan. 

May 28, 2014

The Lady

Hey, there! My birthday is coming up next week. But if you notice, I didn't make any changes on my blog's title since I first created it. Why? Because even though I'm getting old, I still feel "I'm not a girl, not yet (but will become) a woman."

How so? Well, I am enjoying my 'metamorphosis' phase. I am learning the process. There are no standards on becoming a woman, are there? You are the one living your life. People watch. People see. People judge. 

Someday, someway, the time will come, where I will proudly say "I've finally become a woman!"

Even when I re-read through all my posts, I can tell that I am metamorphosing. Can you? :)

March 31, 2014

Kulihat

Minggu lalu saya menghadiri suatu pertunjukan konser musik. Boleh dibilang ini merupakan pengalaman pertama saya. Menarik. Bukan hanya pertunjukannya yang menarik. Ada hal lain yang menarik perhatian saya selepas acara berlangsung.

Konsernya diadakan malam hari di sebuah mal kelas atas di Jakarta. Saat menunggu jemputan di lobi, terlihat beragam macam orang-orang yang hadir. 

Yang paling saya ingat adalah bapak-bapak yang berdiri di sebelah saya. Dia menunggu mobil jemputan cukup lama. Di depan lobi saya lihat tiga pria berpakaian batik menggunakan HT. Salah satunya menenteng jas dan goody bag si bapakSetelah sekian lama menunggu, akhirnya mobilnya datang. 

Kemudian ada seorang ibu (satu-satunya yang saya lihat) dijemput menggunakan motor. 

Ada lagi sekelompok ibu-ibu arisan dengan dandanan medok. 

Sepasang anak muda yang menunggu cukup lama tapi masih bersabar. Sepanjang penantian, mereka mengobrol dengan mesranya dan penuh senyum.

"Di atas langit masih ada langit," begitu nasehat teman saya beberapa tahun lalu yang tidak pernah saya lupakan. Benar. Di atas langit masih ada langit. Banyak hal di dunia yang saya tidak ketahui. Banyak kehidupan di luar sana yang mungkin membayangkan saja saya tidak pernah.

Tiap-tiap orang berjalan pada jalur kehidupan mereka masing-masing. Suatu ungkapan dalam bahasa Inggirs mengatakan: "The more I learn, the more I realize how little I know." 

Belajar dalam bidang akademis mendapatkan tingkatan gelar dan kelulusan, dari SD sampai S3. Belajar dalam hidup mendapatkan gelar kehidupan, yang tidak ada batasnya, yang dinilai saat kita meninggalkan hidup ini. 

February 23, 2014

Kutersandung

Orang-orang bilang saya manusia yang kurang peka. Beberapa mengatakan saya orang yang dingin. Ada juga yang bilang saya tidak berperasaan.

Biasanya saya tidak mau terlalu ambil pusing akan komentar-komentar tersebut. Tapi, malam ini saya merenungkan hal itu. 

Kemarin ibu saya bercerita tentang peristiwa jatuh dari kursi yang dialaminya beberapa hari yang lalu. Saya mendengarkan dengan santai sambil multitasking mengerjakan hal lain, tanpa rasa kuatir sedikit pun. 

Malam ini beliau menunjukkan luka lebamnya di bagian pinggang dan kaki. Alangkah terkejutnya saya melihat memar yang sangat besar! Seumur hidup saya belum pernah melihat luka sebesar itu, dengan penampakan seperti luka bakar. Saya pun langsung kuatir dan merasa bersalah. Air mata tidak terbendung lagi. Walaupun beliau meyakinkan saya bahwa lukanya tidak sakit dan tidak parah, mana bisa saya tenang melihat memar seperti itu dengan mata kepala saya sendiri.

Perilaku ibu saya beberapa hari ini memang berbeda. Tapi saya tidak menghiraukan firasat saya. Sebaliknya, saya menganggap enteng masalah yang saya anggap kecil (dan mungkin bisa menjadi besar) dengan berpikir jangan lebay. 

Mungkin saya bukannya tidak peka. Saya hanya tidak mau mengurusi kepekaan saya. Sering kali seperti itu. Kesadaran manusia memudar terhalang emosi dan egoisme. Apa kabar dunia?

January 21, 2014

Just Saying

Frustrated. Excited. In between. 

What happens when you find something exciting so frustrating? Will you lost the excitement because you're too frustrated? Or you're just too excited to feel the frustration?

What about in between?  Will it makes you caught in the middle going nowhere?  Or you find yourself somewhere you never thought you would be?

How do you measure things? Do you use your feelings? Or just keep thinking?

December 30, 2013

Menutup 2013

Dua hari yang lalu saat sedang mengantri mesin ATM di pasar dekat rumah, saya mendapati kaki saya dihinggapi beberapa ekor lalat. Ingin rasanya saya musnahkan mereka semua. Kemudian terbayang apabila saya tepuk hingga mati kemudian lalat-lalat itu menempel di kaki saya. Menjijikkan. Saya ingat dulu pernah menepuk seekor lalat besar dan ulat-ulat kecil bermunculan dari dalam tubuhnya. Sejak saat itu saya tidak pernah mau membunuh lalat lagi.

Seorang mantan rekan kerja beberapa tahun yang lalu pernah mengajarkan saya bagaimana cara menangkap lalat menggunakan kantong plastik. Awalnya saya tidak percaya. Tapi ketika melihat dia mempraktekkannya, saya hanya bisa terkagum-kagum. Setelah itu saya mulai mencoba jurusnya. Tidak langsung berhasil memang. Tapi paling tidak saya menemukan cara baru dan beberapa kali sukses ;)

Hidup itu penuh dengan proses pembelajaran. Semua orang yang kita temui dalam hidup, baik atau buruk, pasti mengajarkan sesuatu kepada kita. Mantan rekan kerja saya itu bukan sahabat. Kami pernah berseteru atas suatu hal, dan hingga sekarang kami tidak pernah berhubungan lagi. Walaupun begitu, saya akan selalu mengingatnya sebagai seorang yang telah mengajarkan sesuatu pada saya. 

Dulu atau sekarang, mungkin saya akan merasa kesal atau senang bertemu dengan seseorang. Tapi semua akan berlalu. Kejadian yang persis sama tidak akan berulang. Syukuri segala yang saya dapatkan dan yang saya temukan. Semua itu pasti ada makna pembelajarannya.

Selamat menyambut tahun baru, ladies..!

Jakarta, 30 Desember 2013
Lady Metamorph

December 3, 2013

Bahagiaku

Beberapa hari lagi saya akan menyambut salah satu hari bersejarah dalam hidup saya. Ada dua orang yang saya harapkan hadir di momen tersebut untuk berbagi kebahagiaan. Namun karena mempertimbangkan satu dan lain hal, saya mengurungkan niat untuk mengundang mereka.

Hidup itu selalu begitu. Ada sebab ada akibat. Untuk setiap keputusan yang kita ambil pasti memengaruhi hal lainnya. Ada yang harus kita korbankan demi apa yang perlu dipertahankan. Seperti rasa makanan tidak bisa campuran dari asam-pahit-manis-asin-tawar dalam satu jenis hidangan demi kelezatan, begitu juga harapan kita yang tidak mungkin didapat semua, apalagi didapat sekaligus. 

Anggap saja saya curcol. Jujur saya memang ingin curcol. Haha..

November 12, 2013

Sesaat Bicara

Minggu lalu ketika saya bertemu seorang teman untuk mendengarkan curahan hatinya, saya mendapatkan pelajaran berharga.

Semua orang punya pemikiran dan pendapat sendiri. Semua orang ingin dihargai. Mengapa saya bilang begitu? Ceritanya, si teman mengajak saya bertemu memang dengan niat untuk curhat. Sayangnya, ketika (mungkin) yang dia harapkan hanya untuk didengar, saya menanggapi dengan nasehat-nasehat saya yang sok bijaksana. Alhasil, dia sukses membuat saya galau karena nasehat saya justru dijawab dengan kalimat yang cukup menusuk. Kami pun memutuskan untuk berpisah dan pulang ke rumah masing-masing. Atau lebih tepatnya, saya langsung mengajak pulang dengan bahasa tubuh saya.

Niat saya tidak buruk. Saya tahu dia pun tidak sengaja bermaksud buruk. Tapi ketika emosi sudah berbicara, hanya diam yang bisa menjawab. Saat ini pun apabila dia membaca tulisan ini, saya yakin dia akan tersinggung dan marah. Saya tidak menyalahkan sifatnya yang keras. Justu kami bisa berteman selama bertahun-tahun (menurut saya) karena karakter kami sedikit banyak mirip. Tapi, apakah hubungan manusia hanya sebatas hubungan yang menguntungkan saja..? 

October 1, 2013

Kilas Hati

Ketika ia belajar untuk mempercayai lagi, ia telah siap untuk disakiti.
Sampai ketakutannya pun terbukti, dan ia harus rela sepenuh hati.

September 20, 2013

Little Fairy Tale

She is lost. She is confused.
She is numb. She stays strong. 
She is trying. She keeps fighting. 
That one little thing she desires..

She looks back, she looks ahead. 
She stopped, then she walked again.
That one little thing she desires..

She's been waiting. She's been calling. 
Under the rain, she cries again..

She grows up, but her heart goes nowhere. 
She gives up, though she knows it's somewhere. 
In search...of that one little thing she desires.

August 21, 2013

Alihkan Pandangan

Beberapa minggu terakhir saya rutin menemani ibu saya menonton film serial di salah satu stasiun televisi. Ceritanya berdasarkan kisah nyata, dan cukup menarik minat saya. 

Yang menarik bagi saya adalah karakter si lakon utama wanita yang sangat keras kepala, kaku, dan galak. Nada bicaranya selalu tinggi dengan suara yang keras. Walaupun orangnya baik, pekerja keras, pintar, dan cantik, sifatnya sering kali menjadi pemicu pertengkaran dengan sang suami. 

Pada episode malam ini saya mendapati dua bagian yang cukup inspiratif. Kalimat sang suami saat menegur dia, "Kamu selalu menganggap diri benar dan berharap orang lain mengikuti caramu. Kamu harus menghargai pendapat orang lain. Memangnya kamu sendiri tidak pernah melakukan kesalahan?" dan kalimat si teman saat memberikan wejangan, "Kamu jadi orang terlalu blak-blakan, terlalu lurus dan kaku."

Si lakon utama ini tidak pernah mau mengakui kesalahannya. Dia merasa telah berusaha menjadi orang yang baik, melakukan hal baik, dan mengikuti aturan-aturan yang baik dan benar. Hal ini juga yang selalu menjadi pemicu pertengkaran harian di awal-awal pernikahannya. Dia merasa tidak terima dengan perilaku suaminya dan tidak mau introspeksi diri. Prinsipnya, kalo gue ga salah kenapa harus gue yang ngalah?

Kalau saya renungkan sifat sang wanita ini mirip sekali dengan saya. Padahal setiap kali nonton dan melihat sifatnya saya selalu gregetan. Tapi saya mengakui kalau sifatnya itu memang mirip saya! Haha..

Memang di dunia ini kita tidak bisa mengharapkan keadaan sempurna sesuai keinginan kita, memaksa orang lain mengikuti cara kita, dan memusatkan pemikiran & perhatian hanya kepada diri kita sendiri :)

July 26, 2013

Yang Istimewa

Saya mempunyai seorang teman yang sangat....sulit diungkapkan dengan kata-kata. Baru-baru ini kami membuat perjanjian di mana jika dia menunjukkan sedikit usaha lebih setiap pagi selama sebulan, saya akan memberikan suatu hadiah. Saat ini waktu yang dijanjikan hampir tiba; saya yakin dia sudah sangat tidak sabar menanti. 

Si teman ini membuat hari-hari saya belakangan lebih banyak dipenuhi senyuman. Saya yakin apabila dia membaca tulisan saya ini dia akan tersenyum :) dan setelah itu dia akan sedikit tertawa ;)

Walaupun saya katakan "sedikit usaha lebih", sebenarnya saya tahu bahwa dibutuhkan extra effort untuk melakukannya dengan penuh komitmen. Dan di balik itu semua hanya ada satu alasan kenapa dia "berjuang" memenuhinya: motivasi. 

Semua orang membutuhkan motivasi. Hidup tanpa motivasi akan terasa tawar tanpa arah. Semakin kuat motivasi, semakin kuat pula semangat dalam diri kita. 

Saya ingin menyelamati si teman karena dia berhasil menemukan dan mempertahankan motivasi untuk memenuhi perjanjian kami. Saya senang karena bisa menjadi bagian dari sesuatu yang berarti dan berguna bagi si teman. Dan saya akan lebih senang lagi jika dia bisa terus menemukan motivasi-motivasi yang membuat hidupnya lebih bersemangat :)

June 29, 2013

Hati-hati

Keponakan saya yang paling kecil baru berumur dua tahun lebih saat ini. Terakhir kali ia diajak ibunya mengunjungi saya beberapa bulan yang lalu, dia sudah bisa berjalan dengan lincah. Hanya satu permasalahan, anak itu akan berjalan dan berlari tanpa memperhatikan langkah dan apa yang ada di depannya. Saya yang menemaninya bermain di taman agak was-was melihat dia berlarian di atas jalanan taman yang berbatu dan tidak rata, kuatir ia tersandung dan terjatuh. Allhasil saya terus menemani sambil menggandeng tangannya.

Tapi setelah saya pikir-pikir lagi, seharusnya saya biarkan saja dia berlarian sendiri selama masih dalam pengawasan mata saya. Toh kalau pun sampai dia terjatuh, dia akan belajar untuk lebih berhati-hati ke depannya. Seandainya terus saya pegangi dan dia aman-aman saja, dia tidak akan pernah belajar untuk lebih berhati-hati.

Dalam hidup pun pasti begitu. Kita tidak akan pernah tahu apa rasanya manis apabila belum pernah merasakan pahit. Tidak akan pernah merasa berada di puncak, apabila tidak pernah merasakan berada di bawah. Jatuh bangun itu biasa. Bagaimana kita menghadapinya yang luar biasa! :)

May 31, 2013

Aku Galau

Belakangan ini (entah karena kondisi fisik atau lingkungan) saya menjadi terlalu sering gelisah. Pikiran berlari ke mana-mana. Jika diibaratkan dengan berendam di air panas, saya menenggelamkan seluruh badan dari ujung kaki sampai ke ujung kepala, bertahan di dalam air sampai kehabisan napas baru keluar. Terus mengulang hal yang sama sampai rasanya sudah tidak tahan lagi.

Salah satu yang mengalir dalam otak saya adalah pemikiran akan komentar-komentar saya terhadap orang lain selama ini. Entah mengapa saya jadi merenungkan hal-hal tersebut dan merefleksikan diri. Sepertinya kalau dikembalikan ke diri sendiri, saya juga tidak sebaik komentar yang saya berikan ke orang lain.

"Lebih mudah melihat kesalahan orang lain daripada menyadari kesalahan diri sendiri."
-Lady Metamorph-

April 6, 2013

Hey, Kamu


Tahukah kau bahwa di balik setiap senyuman yang kupersembahkan untukmu, selalu ada tangisan di setiap malamku.

Tahukah kau bahwa di balik tawa yang kudapat darimu, selalu tertoreh luka di hatiku.

Tahukah kau, sakitnya hatiku kala malam hari tiba kudapati kau tak di sampingku.

Tahukah kau, indahnya kata-katamu tak mampu menutupi gundah hatiku.

Tahukah kau..

March 13, 2013

Hentikan Mimpi

Tatapan kosong bak malam yang sunyi
Hentikan waktu 'tuk mencari yang tersembunyi
Diam...berhenti
Berakhir...sepi

Sulitnya diri menahan hasrat seindah abadi
Kerasnya hati menemukan jalan yang pasti
Bertanya...kepada Sang Ilahi
Berharap...ada arti sebuah janji


Jakarta,
13.03.13
Lady Metamorph

February 28, 2013

Complicated Me

Noticed that today is the last day of February (when I write this post). Time flies..
Two months have passed, and I'm not even close to my 2013 Resolution. In fact, there haven't been any progress at all (as far as I can think of).

Sometimes I feel that 24 hours a day is not enough, but 7 days a week is too much. I wish I have more time to do many things, but I realize that I often waste my time doing nothing. I spend five days a week to do the same routine every day: work, study. On weekends, I use my time to hibernate, have some "me time," then goes the lazy day (if there isn't any tasks to be done).

I often think of many ideas, wanted to do many things, but none of which comes to reality. I'm quite confident with my time management, but my body just won't compromise. I got exhausted easily, tired and burdened with daily activities.

But when I come to think of it, maybe I should start a new action to create new habbits, and (hopefully) my body would support me with all the energy I needed. Rather than spending weekends doing nothing when I have a long "to-do" list to be fulfilled. But again, I'm not that keen..

Don't blame time, don't blame me ;)