Yang menarik bagi saya adalah karakter si lakon utama wanita yang sangat keras kepala, kaku, dan galak. Nada bicaranya selalu tinggi dengan suara yang keras. Walaupun orangnya baik, pekerja keras, pintar, dan cantik, sifatnya sering kali menjadi pemicu pertengkaran dengan sang suami.
Pada episode malam ini saya mendapati dua bagian yang cukup inspiratif. Kalimat sang suami saat menegur dia, "Kamu selalu menganggap diri benar dan berharap orang lain mengikuti caramu. Kamu harus menghargai pendapat orang lain. Memangnya kamu sendiri tidak pernah melakukan kesalahan?" dan kalimat si teman saat memberikan wejangan, "Kamu jadi orang terlalu blak-blakan, terlalu lurus dan kaku."
Si lakon utama ini tidak pernah mau mengakui kesalahannya. Dia merasa telah berusaha menjadi orang yang baik, melakukan hal baik, dan mengikuti aturan-aturan yang baik dan benar. Hal ini juga yang selalu menjadi pemicu pertengkaran harian di awal-awal pernikahannya. Dia merasa tidak terima dengan perilaku suaminya dan tidak mau introspeksi diri. Prinsipnya, kalo gue ga salah kenapa harus gue yang ngalah?
Kalau saya renungkan sifat sang wanita ini mirip sekali dengan saya. Padahal setiap kali nonton dan melihat sifatnya saya selalu gregetan. Tapi saya mengakui kalau sifatnya itu memang mirip saya! Haha..
Memang di dunia ini kita tidak bisa mengharapkan keadaan sempurna sesuai keinginan kita, memaksa orang lain mengikuti cara kita, dan memusatkan pemikiran & perhatian hanya kepada diri kita sendiri :)