Labels

May 28, 2014

The Lady

Hey, there! My birthday is coming up next week. But if you notice, I didn't make any changes on my blog's title since I first created it. Why? Because even though I'm getting old, I still feel "I'm not a girl, not yet (but will become) a woman."

How so? Well, I am enjoying my 'metamorphosis' phase. I am learning the process. There are no standards on becoming a woman, are there? You are the one living your life. People watch. People see. People judge. 

Someday, someway, the time will come, where I will proudly say "I've finally become a woman!"

Even when I re-read through all my posts, I can tell that I am metamorphosing. Can you? :)

March 31, 2014

Kulihat

Minggu lalu saya menghadiri suatu pertunjukan konser musik. Boleh dibilang ini merupakan pengalaman pertama saya. Menarik. Bukan hanya pertunjukannya yang menarik. Ada hal lain yang menarik perhatian saya selepas acara berlangsung.

Konsernya diadakan malam hari di sebuah mal kelas atas di Jakarta. Saat menunggu jemputan di lobi, terlihat beragam macam orang-orang yang hadir. 

Yang paling saya ingat adalah bapak-bapak yang berdiri di sebelah saya. Dia menunggu mobil jemputan cukup lama. Di depan lobi saya lihat tiga pria berpakaian batik menggunakan HT. Salah satunya menenteng jas dan goody bag si bapakSetelah sekian lama menunggu, akhirnya mobilnya datang. 

Kemudian ada seorang ibu (satu-satunya yang saya lihat) dijemput menggunakan motor. 

Ada lagi sekelompok ibu-ibu arisan dengan dandanan medok. 

Sepasang anak muda yang menunggu cukup lama tapi masih bersabar. Sepanjang penantian, mereka mengobrol dengan mesranya dan penuh senyum.

"Di atas langit masih ada langit," begitu nasehat teman saya beberapa tahun lalu yang tidak pernah saya lupakan. Benar. Di atas langit masih ada langit. Banyak hal di dunia yang saya tidak ketahui. Banyak kehidupan di luar sana yang mungkin membayangkan saja saya tidak pernah.

Tiap-tiap orang berjalan pada jalur kehidupan mereka masing-masing. Suatu ungkapan dalam bahasa Inggirs mengatakan: "The more I learn, the more I realize how little I know." 

Belajar dalam bidang akademis mendapatkan tingkatan gelar dan kelulusan, dari SD sampai S3. Belajar dalam hidup mendapatkan gelar kehidupan, yang tidak ada batasnya, yang dinilai saat kita meninggalkan hidup ini. 

February 23, 2014

Kutersandung

Orang-orang bilang saya manusia yang kurang peka. Beberapa mengatakan saya orang yang dingin. Ada juga yang bilang saya tidak berperasaan.

Biasanya saya tidak mau terlalu ambil pusing akan komentar-komentar tersebut. Tapi, malam ini saya merenungkan hal itu. 

Kemarin ibu saya bercerita tentang peristiwa jatuh dari kursi yang dialaminya beberapa hari yang lalu. Saya mendengarkan dengan santai sambil multitasking mengerjakan hal lain, tanpa rasa kuatir sedikit pun. 

Malam ini beliau menunjukkan luka lebamnya di bagian pinggang dan kaki. Alangkah terkejutnya saya melihat memar yang sangat besar! Seumur hidup saya belum pernah melihat luka sebesar itu, dengan penampakan seperti luka bakar. Saya pun langsung kuatir dan merasa bersalah. Air mata tidak terbendung lagi. Walaupun beliau meyakinkan saya bahwa lukanya tidak sakit dan tidak parah, mana bisa saya tenang melihat memar seperti itu dengan mata kepala saya sendiri.

Perilaku ibu saya beberapa hari ini memang berbeda. Tapi saya tidak menghiraukan firasat saya. Sebaliknya, saya menganggap enteng masalah yang saya anggap kecil (dan mungkin bisa menjadi besar) dengan berpikir jangan lebay. 

Mungkin saya bukannya tidak peka. Saya hanya tidak mau mengurusi kepekaan saya. Sering kali seperti itu. Kesadaran manusia memudar terhalang emosi dan egoisme. Apa kabar dunia?

January 21, 2014

Just Saying

Frustrated. Excited. In between. 

What happens when you find something exciting so frustrating? Will you lost the excitement because you're too frustrated? Or you're just too excited to feel the frustration?

What about in between?  Will it makes you caught in the middle going nowhere?  Or you find yourself somewhere you never thought you would be?

How do you measure things? Do you use your feelings? Or just keep thinking?

December 30, 2013

Menutup 2013

Dua hari yang lalu saat sedang mengantri mesin ATM di pasar dekat rumah, saya mendapati kaki saya dihinggapi beberapa ekor lalat. Ingin rasanya saya musnahkan mereka semua. Kemudian terbayang apabila saya tepuk hingga mati kemudian lalat-lalat itu menempel di kaki saya. Menjijikkan. Saya ingat dulu pernah menepuk seekor lalat besar dan ulat-ulat kecil bermunculan dari dalam tubuhnya. Sejak saat itu saya tidak pernah mau membunuh lalat lagi.

Seorang mantan rekan kerja beberapa tahun yang lalu pernah mengajarkan saya bagaimana cara menangkap lalat menggunakan kantong plastik. Awalnya saya tidak percaya. Tapi ketika melihat dia mempraktekkannya, saya hanya bisa terkagum-kagum. Setelah itu saya mulai mencoba jurusnya. Tidak langsung berhasil memang. Tapi paling tidak saya menemukan cara baru dan beberapa kali sukses ;)

Hidup itu penuh dengan proses pembelajaran. Semua orang yang kita temui dalam hidup, baik atau buruk, pasti mengajarkan sesuatu kepada kita. Mantan rekan kerja saya itu bukan sahabat. Kami pernah berseteru atas suatu hal, dan hingga sekarang kami tidak pernah berhubungan lagi. Walaupun begitu, saya akan selalu mengingatnya sebagai seorang yang telah mengajarkan sesuatu pada saya. 

Dulu atau sekarang, mungkin saya akan merasa kesal atau senang bertemu dengan seseorang. Tapi semua akan berlalu. Kejadian yang persis sama tidak akan berulang. Syukuri segala yang saya dapatkan dan yang saya temukan. Semua itu pasti ada makna pembelajarannya.

Selamat menyambut tahun baru, ladies..!

Jakarta, 30 Desember 2013
Lady Metamorph

December 3, 2013

Bahagiaku

Beberapa hari lagi saya akan menyambut salah satu hari bersejarah dalam hidup saya. Ada dua orang yang saya harapkan hadir di momen tersebut untuk berbagi kebahagiaan. Namun karena mempertimbangkan satu dan lain hal, saya mengurungkan niat untuk mengundang mereka.

Hidup itu selalu begitu. Ada sebab ada akibat. Untuk setiap keputusan yang kita ambil pasti memengaruhi hal lainnya. Ada yang harus kita korbankan demi apa yang perlu dipertahankan. Seperti rasa makanan tidak bisa campuran dari asam-pahit-manis-asin-tawar dalam satu jenis hidangan demi kelezatan, begitu juga harapan kita yang tidak mungkin didapat semua, apalagi didapat sekaligus. 

Anggap saja saya curcol. Jujur saya memang ingin curcol. Haha..

November 12, 2013

Sesaat Bicara

Minggu lalu ketika saya bertemu seorang teman untuk mendengarkan curahan hatinya, saya mendapatkan pelajaran berharga.

Semua orang punya pemikiran dan pendapat sendiri. Semua orang ingin dihargai. Mengapa saya bilang begitu? Ceritanya, si teman mengajak saya bertemu memang dengan niat untuk curhat. Sayangnya, ketika (mungkin) yang dia harapkan hanya untuk didengar, saya menanggapi dengan nasehat-nasehat saya yang sok bijaksana. Alhasil, dia sukses membuat saya galau karena nasehat saya justru dijawab dengan kalimat yang cukup menusuk. Kami pun memutuskan untuk berpisah dan pulang ke rumah masing-masing. Atau lebih tepatnya, saya langsung mengajak pulang dengan bahasa tubuh saya.

Niat saya tidak buruk. Saya tahu dia pun tidak sengaja bermaksud buruk. Tapi ketika emosi sudah berbicara, hanya diam yang bisa menjawab. Saat ini pun apabila dia membaca tulisan ini, saya yakin dia akan tersinggung dan marah. Saya tidak menyalahkan sifatnya yang keras. Justu kami bisa berteman selama bertahun-tahun (menurut saya) karena karakter kami sedikit banyak mirip. Tapi, apakah hubungan manusia hanya sebatas hubungan yang menguntungkan saja..? 

October 1, 2013

Kilas Hati

Ketika ia belajar untuk mempercayai lagi, ia telah siap untuk disakiti.
Sampai ketakutannya pun terbukti, dan ia harus rela sepenuh hati.

September 20, 2013

Little Fairy Tale

She is lost. She is confused.
She is numb. She stays strong. 
She is trying. She keeps fighting. 
That one little thing she desires..

She looks back, she looks ahead. 
She stopped, then she walked again.
That one little thing she desires..

She's been waiting. She's been calling. 
Under the rain, she cries again..

She grows up, but her heart goes nowhere. 
She gives up, though she knows it's somewhere. 
In search...of that one little thing she desires.

August 21, 2013

Alihkan Pandangan

Beberapa minggu terakhir saya rutin menemani ibu saya menonton film serial di salah satu stasiun televisi. Ceritanya berdasarkan kisah nyata, dan cukup menarik minat saya. 

Yang menarik bagi saya adalah karakter si lakon utama wanita yang sangat keras kepala, kaku, dan galak. Nada bicaranya selalu tinggi dengan suara yang keras. Walaupun orangnya baik, pekerja keras, pintar, dan cantik, sifatnya sering kali menjadi pemicu pertengkaran dengan sang suami. 

Pada episode malam ini saya mendapati dua bagian yang cukup inspiratif. Kalimat sang suami saat menegur dia, "Kamu selalu menganggap diri benar dan berharap orang lain mengikuti caramu. Kamu harus menghargai pendapat orang lain. Memangnya kamu sendiri tidak pernah melakukan kesalahan?" dan kalimat si teman saat memberikan wejangan, "Kamu jadi orang terlalu blak-blakan, terlalu lurus dan kaku."

Si lakon utama ini tidak pernah mau mengakui kesalahannya. Dia merasa telah berusaha menjadi orang yang baik, melakukan hal baik, dan mengikuti aturan-aturan yang baik dan benar. Hal ini juga yang selalu menjadi pemicu pertengkaran harian di awal-awal pernikahannya. Dia merasa tidak terima dengan perilaku suaminya dan tidak mau introspeksi diri. Prinsipnya, kalo gue ga salah kenapa harus gue yang ngalah?

Kalau saya renungkan sifat sang wanita ini mirip sekali dengan saya. Padahal setiap kali nonton dan melihat sifatnya saya selalu gregetan. Tapi saya mengakui kalau sifatnya itu memang mirip saya! Haha..

Memang di dunia ini kita tidak bisa mengharapkan keadaan sempurna sesuai keinginan kita, memaksa orang lain mengikuti cara kita, dan memusatkan pemikiran & perhatian hanya kepada diri kita sendiri :)

July 26, 2013

Yang Istimewa

Saya mempunyai seorang teman yang sangat....sulit diungkapkan dengan kata-kata. Baru-baru ini kami membuat perjanjian di mana jika dia menunjukkan sedikit usaha lebih setiap pagi selama sebulan, saya akan memberikan suatu hadiah. Saat ini waktu yang dijanjikan hampir tiba; saya yakin dia sudah sangat tidak sabar menanti. 

Si teman ini membuat hari-hari saya belakangan lebih banyak dipenuhi senyuman. Saya yakin apabila dia membaca tulisan saya ini dia akan tersenyum :) dan setelah itu dia akan sedikit tertawa ;)

Walaupun saya katakan "sedikit usaha lebih", sebenarnya saya tahu bahwa dibutuhkan extra effort untuk melakukannya dengan penuh komitmen. Dan di balik itu semua hanya ada satu alasan kenapa dia "berjuang" memenuhinya: motivasi. 

Semua orang membutuhkan motivasi. Hidup tanpa motivasi akan terasa tawar tanpa arah. Semakin kuat motivasi, semakin kuat pula semangat dalam diri kita. 

Saya ingin menyelamati si teman karena dia berhasil menemukan dan mempertahankan motivasi untuk memenuhi perjanjian kami. Saya senang karena bisa menjadi bagian dari sesuatu yang berarti dan berguna bagi si teman. Dan saya akan lebih senang lagi jika dia bisa terus menemukan motivasi-motivasi yang membuat hidupnya lebih bersemangat :)

June 29, 2013

Hati-hati

Keponakan saya yang paling kecil baru berumur dua tahun lebih saat ini. Terakhir kali ia diajak ibunya mengunjungi saya beberapa bulan yang lalu, dia sudah bisa berjalan dengan lincah. Hanya satu permasalahan, anak itu akan berjalan dan berlari tanpa memperhatikan langkah dan apa yang ada di depannya. Saya yang menemaninya bermain di taman agak was-was melihat dia berlarian di atas jalanan taman yang berbatu dan tidak rata, kuatir ia tersandung dan terjatuh. Allhasil saya terus menemani sambil menggandeng tangannya.

Tapi setelah saya pikir-pikir lagi, seharusnya saya biarkan saja dia berlarian sendiri selama masih dalam pengawasan mata saya. Toh kalau pun sampai dia terjatuh, dia akan belajar untuk lebih berhati-hati ke depannya. Seandainya terus saya pegangi dan dia aman-aman saja, dia tidak akan pernah belajar untuk lebih berhati-hati.

Dalam hidup pun pasti begitu. Kita tidak akan pernah tahu apa rasanya manis apabila belum pernah merasakan pahit. Tidak akan pernah merasa berada di puncak, apabila tidak pernah merasakan berada di bawah. Jatuh bangun itu biasa. Bagaimana kita menghadapinya yang luar biasa! :)

May 31, 2013

Aku Galau

Belakangan ini (entah karena kondisi fisik atau lingkungan) saya menjadi terlalu sering gelisah. Pikiran berlari ke mana-mana. Jika diibaratkan dengan berendam di air panas, saya menenggelamkan seluruh badan dari ujung kaki sampai ke ujung kepala, bertahan di dalam air sampai kehabisan napas baru keluar. Terus mengulang hal yang sama sampai rasanya sudah tidak tahan lagi.

Salah satu yang mengalir dalam otak saya adalah pemikiran akan komentar-komentar saya terhadap orang lain selama ini. Entah mengapa saya jadi merenungkan hal-hal tersebut dan merefleksikan diri. Sepertinya kalau dikembalikan ke diri sendiri, saya juga tidak sebaik komentar yang saya berikan ke orang lain.

"Lebih mudah melihat kesalahan orang lain daripada menyadari kesalahan diri sendiri."
-Lady Metamorph-

April 6, 2013

Hey, Kamu


Tahukah kau bahwa di balik setiap senyuman yang kupersembahkan untukmu, selalu ada tangisan di setiap malamku.

Tahukah kau bahwa di balik tawa yang kudapat darimu, selalu tertoreh luka di hatiku.

Tahukah kau, sakitnya hatiku kala malam hari tiba kudapati kau tak di sampingku.

Tahukah kau, indahnya kata-katamu tak mampu menutupi gundah hatiku.

Tahukah kau..

March 13, 2013

Hentikan Mimpi

Tatapan kosong bak malam yang sunyi
Hentikan waktu 'tuk mencari yang tersembunyi
Diam...berhenti
Berakhir...sepi

Sulitnya diri menahan hasrat seindah abadi
Kerasnya hati menemukan jalan yang pasti
Bertanya...kepada Sang Ilahi
Berharap...ada arti sebuah janji


Jakarta,
13.03.13
Lady Metamorph

February 28, 2013

Complicated Me

Noticed that today is the last day of February (when I write this post). Time flies..
Two months have passed, and I'm not even close to my 2013 Resolution. In fact, there haven't been any progress at all (as far as I can think of).

Sometimes I feel that 24 hours a day is not enough, but 7 days a week is too much. I wish I have more time to do many things, but I realize that I often waste my time doing nothing. I spend five days a week to do the same routine every day: work, study. On weekends, I use my time to hibernate, have some "me time," then goes the lazy day (if there isn't any tasks to be done).

I often think of many ideas, wanted to do many things, but none of which comes to reality. I'm quite confident with my time management, but my body just won't compromise. I got exhausted easily, tired and burdened with daily activities.

But when I come to think of it, maybe I should start a new action to create new habbits, and (hopefully) my body would support me with all the energy I needed. Rather than spending weekends doing nothing when I have a long "to-do" list to be fulfilled. But again, I'm not that keen..

Don't blame time, don't blame me ;)

January 14, 2013

Simply Breaking

Don't fix something that is not broken. Earlier this morning I got that quote from my boss in a meeting. I like it somehow. It inspires me to use that motto for my personal life. I do realize that sometimes I have the tendency to "fix" things my way. I mean, my idealistic has long affected me in judging the outcome of some cases. I could turn a simple thing into a bigger one simply by over thinking it. But actually, why bother to fix something that doesn't even need fixing? :)

Don't turn something into a problem. Don't turn problem into a disaster. Make things simple; as simple as it could (or should) be.. Don't break something to fix. Don't fix something that is not broken ;)

January 13, 2013

Sang Pengembara

Menunggu..dan terus menunggu..

Menanti..sesuatu yang tak mungkin terjadi

Sepinya hati membakar diri

Rasa yang seperti tiada arti

Bersimpuh...

Termenung...

Berharap dapat berlari mengejar mimpi

Angin bertiup menyentuh kalbu

Kegelapan berhenti di tempatnya berlabuh

Ingin rasanya berteriak

Menengadah ke langit hentikan isak

Layu ketika mekar berseri

Tinggalkan sekuntum bunga berduri

Berdiri namun enggan bertahan

Tersenyum menutupi perasaan

Hampanya jiwa berkelana

Terus berbicara entah pada siapa..

January 1, 2013

2013!

Happy New Year! I would like to wish everyone a very new year, full with new blessings, new hope, new (better) life. May we all get through the days in 2013 with grateful feeling and an opened heart to accept whatever that will come. Another 365 days to learn new lessons, experience new things, and live life to the fullest! :)

I didn't really make resolutions, but I found this book in my cabinet (I got it for free from a magazine - just so you know).
Even the cover itself shows something for a new year resolution ;)

The thing about this book is, months ago, I wrote many things in it. Some kind of resolutions (not for new year), a short-term and long-term plan about what I want to do and how I can fix myself and my life to be better. When I open and read it, I giggle to myself since most of them have not succeeded yet. Haha..

I think things like this is quite often happens. We tend to plan and dream things, but with no action to achieve the goals.

So, in 2013, let's see if I can mark accomplished on the items I wrote in my "I Can Make a Change" book. I'll keep you updated by the end of the year. Fair enough? ;)

December 29, 2012

Es Krim Khayalan

Saya punya kebiasaan ngidam sesuatu. Entah mengapa, perilaku saya bisa seperti orang hamil. Kalau sudah menginginkan sesuatu, tidak rela kalau sampai tidak dapat. Sebulan belakangan ini saya ngidam es krim favorit saya, yang setiap hari Jumat diskon 50%. Tapi karena tidak pernah sempat untuk membeli, ngidam yang satu itu belum kesampaian.

Semalam, hari Jumat sebelum long weekend, saya ada waktu untuk makan malam dengan teman-teman kantor ke salah satu mal dekat kantor kami. Dalam hati saya sudah bertekad untuk membeli es krim favorit saya sebelum pulang, bahkan sudah tidak sabar.

Selesai makan malam yang diselingi percakapan ringan, saya mendapati perut saya sudah terisi penuh sampai rasanya mau meledak. Alhasil, membayangkan es krim saja sudah tidak nafsu. Jadilah saya pulang dengan tangan kosong, tidak jadi membeli es krim yang sudah diidamkan kian lama.

Sampai rumah saya berpikir, betapa luar biasanya kekuatan otak manusia yang menjadi pemimpin seantero bagian tubuh lainnya. Bukankah sebenarnya, seharusnya saya bisa mengendalikan ngidam saya dengan kekuatan pikiran untuk menahan nafsu? Buktinya, begitu kekenyangan saya sama sekali sudah tidak berminat lagi.

Begitu juga dengan emosi dan perilaku. Emosi yang menggebu-gebu, entah itu amarah, nafsu, kekuatiran, semuanya sebenarnya hanya emosi sesaat yang seharusnya bisa kita kontrol. Saya tidak bilang itu mudah. Tapi terkadang sepertinya kita 'menikmati' emosi-emosi sesaat seperti itu, yang kalau dipikir-pikir kemudian hari juga pasti tidak akan terasa menggebu lagi.

Tadi pagi saat menonton berita, ada liputan mengenai seorang ibu yang meracuni kedua anaknya dengan racun tikus. Syukurlah mereka masih terselamatkan. Saat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, sang ibu mengaku bahwa perbuatannya dilakukan karena tidak tahan dengan masalah ekonomi keluarganya. Bukankah ini juga merupakan salah satu buah dari kurangnya pengendalian emosi? Jiwanya tidak terganggu; dokter sudah memberikan pernyataan. Jadi? Mungkin saja berawal dari pikiran, 'menghayati' pikiran, tenggelam dalam pikiran, stres, berlanjut menjadi depresi sampai melakukan hal-hal di luar batas normal.

Saya sendiri pun sering kesulitan mengendalikan emosi. Tapi bukan berarti saya menyerah dan memilih untuk 'menikmati' kelemahan saya itu. Saya akan terus berusaha untuk berkompromi dengan master diri saya, Si Otak ;)