Labels

November 21, 2014

Red Velvet

A slice of red velvet to start the day. She knows better than anyone else, that it's not her favorite. But she wanted it today, so she had it. It's red. It's only a slice of cake. She thinks while eating. Finished. It's done. 

November 20, 2014

Behind the closed door.

I went to a Japanese restaurant for lunch yesterday. Curious of what it's like, what it serves. Unlike any other restaurants, its door is always closed. With a specific operational hours signboard hanging on the door.

I opened the door. It was twenty minutes before they open. Two ladies standing with a "hello?" look on their face. I don't think this is a good idea. "Have you made your reservation?" "No," I quickly responded. "Did you know what kind of food we serve?" "Not really," I answered honestly. "We .........................................."

Door closed. I walked out, headed to another restaurant. Now I know.

If you ever wondered what's behind the closed door, be ready to walk in, discover in the darkness. Then, you may choose to walk away. Just walk out.

Taxi Driver

He started a conversation. She responded. They talked about life in the mega city. "Life is hard," they agreed. She kept talking. She kept laughing. Hoping the taxi driver didn't notice her eyes are red. The car stopped. He gave her his last words. "Hey, lady, don't forget - life's hard!" She laughed again, tried a bigger one this time. Not sure if it was the taxi driver or herself that she tried to convince. "Indeed!" -door closed, the car left-

Mirror

Mirror, mirror hanging on the wall.
You don't have to tell her who's the biggest fool of all.
Mirror, mirror hanging on the wall.
I wish you could lie to her.

Mirror, mirror, she's just a girl. Let her cry.
Mirror, mirror, she's broken and she's not a woman.
Mirror, mirror, she's been there once. She's been there twice. Let her tears run dry. Another day won't make her die.

Mirror, mirror, she tried. She's tired. Let her rest.
Mirror, mirror, she had enough. She is tough.
So let her be. Let it be.

Mirror, mirror, you don't have to tell her..
She will smile tomorrow, and no one needs to know.

When she look into the mirror, tell her she's fine, and don't tell them why..

November 19, 2014

Lost in Space

I lost my phone last month. And since I was so used to using mobile blogging, I forgot to update this blog. So, I missed a month's post.

They say things happen for a reason. I believe that. I lost my phone for a reason - though I couldn't figure out what it is. I didn't see it coming. I have some bad feelings prior to the incident, but I guess I just ignore them. I kind of noticed when it happened, but I didn't really connect with my consciousness.

If you know what I'm saying...

September 24, 2014

She (finally) sees and shoots (again)!



Alone, waiting..


Sun shines through the day


Harmony in Simplicity


Colorance

September 11, 2014

In Writing

I remember the flowers you gave me. It was unexpected and I was so happy.

I remember we went shopping together but ended up buying nothing. 

I remember the car accident we almost had, but thanks to God and your driving skills, nothing happened. 

I remember we had coffee in the evening and caused you awake until 4am. 

I remember the first time we hold hands and wouldn't let go even when your friends start teasing us. 

I remember the weekend trip and the dinner we had with my family. 

I remember when I accidently dropped your new cell phone on the floor and you were trying to look okay. 

I remember your hesitation when I gave you a hug. It was our first and last. 

Dear,
I remember almost everything we had, the times we spent together. 

I realize I hurt you, but remember I felt hurt myself...

September 7, 2014

Before and After

When I was a teenager, I always envy people in their suit passing by every morning to get to work. Now, I feel tired with my routine.

Since I was a child, I've always dreamed of having my own bedroom. But now, I'm not so happy about it. 

Years ago when I first started my job, I daydream of that one day when I will work at a large company. Now, I'm not that excited.

I used to admire a friend with her executive look. But now, I wish I'm more fashionable. 

I always wonder if I've ever had a chance to graduate college with a "cum laude" honor. Surprisingly, now I'm not so proud about it. 

Once when I was at my worst condition, I prayed to be healthy and was willing to exchange it with anything. Now, I ignore my physical needs. 

I hoped to know what love is. But then I let go of the only man I've ever loved. 

Looking back the days, weeks, months, years that I've been through. So much that I have accomplished. So many things I have achieved. So many wishes came true. So many lessons learned. Tons of experience. Lots of surprises. Yet, I complain more than I thank. Wasted. 

If I were to continue, the list would be very long and continuous. I should be grateful of my life.Through the ups and downs,  I should be happy of what I have. 


August 25, 2014

Bertanya

Beberapa hari yang lalu kantor kami kedatangan tamu, dan supir kantor berkesempatan mengantarnya ke bandara. Keesokan harinya, si supir mengatakan kepada saya bahwa si tamu sangat baik. Saya mengiyakan sebelum si supir menyambung kalimatnya, "Dia kasih tip lebih besar dibanding tamu-tamu yang lain." 

Hm.. Menarik. Ternyata si supir menilai seseorang baik dari berapa besar tip yang dia terima. Sedangkan saya mengiyakan karena tamu tersebut berkunjung dengan ramah dan tidak menyulitkan pekerjaan saya. 

Masing-masing dari kami punya standar penilaian tersendiri, yang tentunya berdasarkan apa yang paling menguntungkan bagi kami. Jujur saya sempat berpikir "ngga banget" saat mendengar alasan si supir. Tapi kemudian saya lanjut berpikir, bagaimana dengan saya sendiri? 

July 31, 2014

Miliknya

Mencintai membuatku merenungkan apa arti cinta yang sebenarnya.
Menyayangi membuatku kehilangan rasa sayang yang sesungguhnya. 
Memutuskan membuatku berpikir akan penyesalan. 
Menyalahkan membuatku menyangkal kenyataan. 

Itu dia... Dia. 
Hanya dia.. Dia. 

"Seandainya" menjawab "mengapa"
"Karena" dijawab "harusnya"

Itu dia.. Dia. 
Hanya dia... Dia. 

Bila kemarin jalani hari ini 'tuk sambut hari esok.
Langkah yang terhenti akhirnya sampai di pelosok. 
Berpaling 'tuk yakinkan diri. 
Berlari hentikan mimpi. 

Dia..?

July 30, 2014

Hanya Berkata

Satu bulan yang lalu saya mendapat tawaran kerja yang sangat menarik. Bahkan dari segi pendapatan, angka yang ditawarkan merupakan impian saya sejak beberapa tahun yang lalu. Namun dengan mempertimbangkan beberapa hal, saya menolak tawaran tersebut. 

Akhir-akhir ini saya sedang menghadapai beberapa kesulitan di pekerjaan. Sempat terlintas dalam pikiran saya, kenapa saya menolak tawaran pekerjaan yang sangat menarik demi bertahan dengan pekerjaan yang sangat "menarik."  Teman saya menganggap bahwa pemikiran saya itu suatu bentuk penyesalan. Tetapi sebenarnya itu merupakan motivasi dari diri saya sendiri untuk mengingat kembali apa yang membuat saya bertahan. 

Penyesalan bukan jawaban, melainkan pelajaran untuk tidak kembali menyesal di masa depan. 

June 30, 2014

Selintas Kata

Baru-baru ini saya mendapatkan tawaran pekerjaan yang sangat menarik. Dengan penuh syukur saya menolak tawaran tersebut. Kenapa? Mungkin saya bodoh. Tapi bukan berarti saya menolak tanpa berpikir. 

Tidak pernah terbayang kalau saya akan mendapatkan tawaran yang bagus bahkan tanpa mencari. Sampai beberapa bulan yang lalu saya sangat ingin pindah kerja. Mungkin justru karena itu lah, saya memantapkan diri untuk bertahan. Karena sudah sejauh ini saya berjuang. Saya tidak boleh berhenti di tengah jalan tanpa hasil. 

Otak saya berpikir jernih dan tidak mau melewatkan kesempatan ini. Tapi hati saya tidak setuju. Memberontak menginginkan pertahanan diri. 

Dan beginilah akhirnya. Saya ikuti kata hati. Meyakinkan diri bahwa ini adalah keputusan yang terbaik. 

Godaan boleh datang. Perjuangan berikan lelah. Pergumulan sebabkan keraguan. Tapi Dia, selalu ada berikan ketenangan. 

May 28, 2014

The Lady

Hey, there! My birthday is coming up next week. But if you notice, I didn't make any changes on my blog's title since I first created it. Why? Because even though I'm getting old, I still feel "I'm not a girl, not yet (but will become) a woman."

How so? Well, I am enjoying my 'metamorphosis' phase. I am learning the process. There are no standards on becoming a woman, are there? You are the one living your life. People watch. People see. People judge. 

Someday, someway, the time will come, where I will proudly say "I've finally become a woman!"

Even when I re-read through all my posts, I can tell that I am metamorphosing. Can you? :)

March 31, 2014

Kulihat

Minggu lalu saya menghadiri suatu pertunjukan konser musik. Boleh dibilang ini merupakan pengalaman pertama saya. Menarik. Bukan hanya pertunjukannya yang menarik. Ada hal lain yang menarik perhatian saya selepas acara berlangsung.

Konsernya diadakan malam hari di sebuah mal kelas atas di Jakarta. Saat menunggu jemputan di lobi, terlihat beragam macam orang-orang yang hadir. 

Yang paling saya ingat adalah bapak-bapak yang berdiri di sebelah saya. Dia menunggu mobil jemputan cukup lama. Di depan lobi saya lihat tiga pria berpakaian batik menggunakan HT. Salah satunya menenteng jas dan goody bag si bapakSetelah sekian lama menunggu, akhirnya mobilnya datang. 

Kemudian ada seorang ibu (satu-satunya yang saya lihat) dijemput menggunakan motor. 

Ada lagi sekelompok ibu-ibu arisan dengan dandanan medok. 

Sepasang anak muda yang menunggu cukup lama tapi masih bersabar. Sepanjang penantian, mereka mengobrol dengan mesranya dan penuh senyum.

"Di atas langit masih ada langit," begitu nasehat teman saya beberapa tahun lalu yang tidak pernah saya lupakan. Benar. Di atas langit masih ada langit. Banyak hal di dunia yang saya tidak ketahui. Banyak kehidupan di luar sana yang mungkin membayangkan saja saya tidak pernah.

Tiap-tiap orang berjalan pada jalur kehidupan mereka masing-masing. Suatu ungkapan dalam bahasa Inggirs mengatakan: "The more I learn, the more I realize how little I know." 

Belajar dalam bidang akademis mendapatkan tingkatan gelar dan kelulusan, dari SD sampai S3. Belajar dalam hidup mendapatkan gelar kehidupan, yang tidak ada batasnya, yang dinilai saat kita meninggalkan hidup ini. 

February 23, 2014

Kutersandung

Orang-orang bilang saya manusia yang kurang peka. Beberapa mengatakan saya orang yang dingin. Ada juga yang bilang saya tidak berperasaan.

Biasanya saya tidak mau terlalu ambil pusing akan komentar-komentar tersebut. Tapi, malam ini saya merenungkan hal itu. 

Kemarin ibu saya bercerita tentang peristiwa jatuh dari kursi yang dialaminya beberapa hari yang lalu. Saya mendengarkan dengan santai sambil multitasking mengerjakan hal lain, tanpa rasa kuatir sedikit pun. 

Malam ini beliau menunjukkan luka lebamnya di bagian pinggang dan kaki. Alangkah terkejutnya saya melihat memar yang sangat besar! Seumur hidup saya belum pernah melihat luka sebesar itu, dengan penampakan seperti luka bakar. Saya pun langsung kuatir dan merasa bersalah. Air mata tidak terbendung lagi. Walaupun beliau meyakinkan saya bahwa lukanya tidak sakit dan tidak parah, mana bisa saya tenang melihat memar seperti itu dengan mata kepala saya sendiri.

Perilaku ibu saya beberapa hari ini memang berbeda. Tapi saya tidak menghiraukan firasat saya. Sebaliknya, saya menganggap enteng masalah yang saya anggap kecil (dan mungkin bisa menjadi besar) dengan berpikir jangan lebay. 

Mungkin saya bukannya tidak peka. Saya hanya tidak mau mengurusi kepekaan saya. Sering kali seperti itu. Kesadaran manusia memudar terhalang emosi dan egoisme. Apa kabar dunia?

January 21, 2014

Just Saying

Frustrated. Excited. In between. 

What happens when you find something exciting so frustrating? Will you lost the excitement because you're too frustrated? Or you're just too excited to feel the frustration?

What about in between?  Will it makes you caught in the middle going nowhere?  Or you find yourself somewhere you never thought you would be?

How do you measure things? Do you use your feelings? Or just keep thinking?

December 30, 2013

Menutup 2013

Dua hari yang lalu saat sedang mengantri mesin ATM di pasar dekat rumah, saya mendapati kaki saya dihinggapi beberapa ekor lalat. Ingin rasanya saya musnahkan mereka semua. Kemudian terbayang apabila saya tepuk hingga mati kemudian lalat-lalat itu menempel di kaki saya. Menjijikkan. Saya ingat dulu pernah menepuk seekor lalat besar dan ulat-ulat kecil bermunculan dari dalam tubuhnya. Sejak saat itu saya tidak pernah mau membunuh lalat lagi.

Seorang mantan rekan kerja beberapa tahun yang lalu pernah mengajarkan saya bagaimana cara menangkap lalat menggunakan kantong plastik. Awalnya saya tidak percaya. Tapi ketika melihat dia mempraktekkannya, saya hanya bisa terkagum-kagum. Setelah itu saya mulai mencoba jurusnya. Tidak langsung berhasil memang. Tapi paling tidak saya menemukan cara baru dan beberapa kali sukses ;)

Hidup itu penuh dengan proses pembelajaran. Semua orang yang kita temui dalam hidup, baik atau buruk, pasti mengajarkan sesuatu kepada kita. Mantan rekan kerja saya itu bukan sahabat. Kami pernah berseteru atas suatu hal, dan hingga sekarang kami tidak pernah berhubungan lagi. Walaupun begitu, saya akan selalu mengingatnya sebagai seorang yang telah mengajarkan sesuatu pada saya. 

Dulu atau sekarang, mungkin saya akan merasa kesal atau senang bertemu dengan seseorang. Tapi semua akan berlalu. Kejadian yang persis sama tidak akan berulang. Syukuri segala yang saya dapatkan dan yang saya temukan. Semua itu pasti ada makna pembelajarannya.

Selamat menyambut tahun baru, ladies..!

Jakarta, 30 Desember 2013
Lady Metamorph

December 3, 2013

Bahagiaku

Beberapa hari lagi saya akan menyambut salah satu hari bersejarah dalam hidup saya. Ada dua orang yang saya harapkan hadir di momen tersebut untuk berbagi kebahagiaan. Namun karena mempertimbangkan satu dan lain hal, saya mengurungkan niat untuk mengundang mereka.

Hidup itu selalu begitu. Ada sebab ada akibat. Untuk setiap keputusan yang kita ambil pasti memengaruhi hal lainnya. Ada yang harus kita korbankan demi apa yang perlu dipertahankan. Seperti rasa makanan tidak bisa campuran dari asam-pahit-manis-asin-tawar dalam satu jenis hidangan demi kelezatan, begitu juga harapan kita yang tidak mungkin didapat semua, apalagi didapat sekaligus. 

Anggap saja saya curcol. Jujur saya memang ingin curcol. Haha..

November 12, 2013

Sesaat Bicara

Minggu lalu ketika saya bertemu seorang teman untuk mendengarkan curahan hatinya, saya mendapatkan pelajaran berharga.

Semua orang punya pemikiran dan pendapat sendiri. Semua orang ingin dihargai. Mengapa saya bilang begitu? Ceritanya, si teman mengajak saya bertemu memang dengan niat untuk curhat. Sayangnya, ketika (mungkin) yang dia harapkan hanya untuk didengar, saya menanggapi dengan nasehat-nasehat saya yang sok bijaksana. Alhasil, dia sukses membuat saya galau karena nasehat saya justru dijawab dengan kalimat yang cukup menusuk. Kami pun memutuskan untuk berpisah dan pulang ke rumah masing-masing. Atau lebih tepatnya, saya langsung mengajak pulang dengan bahasa tubuh saya.

Niat saya tidak buruk. Saya tahu dia pun tidak sengaja bermaksud buruk. Tapi ketika emosi sudah berbicara, hanya diam yang bisa menjawab. Saat ini pun apabila dia membaca tulisan ini, saya yakin dia akan tersinggung dan marah. Saya tidak menyalahkan sifatnya yang keras. Justu kami bisa berteman selama bertahun-tahun (menurut saya) karena karakter kami sedikit banyak mirip. Tapi, apakah hubungan manusia hanya sebatas hubungan yang menguntungkan saja..? 

October 1, 2013

Kilas Hati

Ketika ia belajar untuk mempercayai lagi, ia telah siap untuk disakiti.
Sampai ketakutannya pun terbukti, dan ia harus rela sepenuh hati.