Biasanya saya tidak mau terlalu ambil pusing akan komentar-komentar tersebut. Tapi, malam ini saya merenungkan hal itu.
Kemarin ibu saya bercerita tentang peristiwa jatuh dari kursi yang dialaminya beberapa hari yang lalu. Saya mendengarkan dengan santai sambil multitasking mengerjakan hal lain, tanpa rasa kuatir sedikit pun.
Malam ini beliau menunjukkan luka lebamnya di bagian pinggang dan kaki. Alangkah terkejutnya saya melihat memar yang sangat besar! Seumur hidup saya belum pernah melihat luka sebesar itu, dengan penampakan seperti luka bakar. Saya pun langsung kuatir dan merasa bersalah. Air mata tidak terbendung lagi. Walaupun beliau meyakinkan saya bahwa lukanya tidak sakit dan tidak parah, mana bisa saya tenang melihat memar seperti itu dengan mata kepala saya sendiri.
Perilaku ibu saya beberapa hari ini memang berbeda. Tapi saya tidak menghiraukan firasat saya. Sebaliknya, saya menganggap enteng masalah yang saya anggap kecil (dan mungkin bisa menjadi besar) dengan berpikir jangan lebay.
Mungkin saya bukannya tidak peka. Saya hanya tidak mau mengurusi kepekaan saya. Sering kali seperti itu. Kesadaran manusia memudar terhalang emosi dan egoisme. Apa kabar dunia?




