Labels

October 9, 2010

Aku ingin begini, aku ingin begitu..

Sejak kecil saya tidak pernah diajari ataupun mempelajari ilmu bisnis. Yang saya tahu, saya sangat gemar mencari uang dan menabung. Selalu ada saja ide-ide untuk mendapatkan uang. Mulai dari berjualan snack dan minuman hingga menjual jasa pijat (khusus untuk anggota keluarga saya).

Beranjak 'ABG', ide-ide untuk menghasilkan uang pun tidak lepas dari otak saya. Pernah saat saya berumur 14 tahun, saya menyampaikan ide saya pada orang-orang terdekat, "Aku mau buka toko, jualan aksesoris-aksesoris rambut, dll. Beli barangnya grosiran aja, tapi dikemas ulang yang bagus, lalu dijual deh dengan harga tinggi." Namun ide itu tidak pernah terlaksana karena tidak ada satupun yang mendukung rencana saya tersebut. Dan sebagai anak berumur 14 tahun, memang tidak banyak yang bisa saya lakukan sendiri. Padahal sekarang (beberapa tahun sejak pertama kali saya mempunyai ide itu), dimana-mana sudah menjamur toko-toko yang menjual aksesoris di mal-mal.

Hingga kini, banyak sekali ide-ide yang sudah saya pikirkan tapi tidak 'kesampaian'. Dari sekedar keinginan untuk menjadi penulis, pembawa berita, tour organizer hingga keinginan untuk punya usaha sendiri dan berinvestasi. Tidak jauh-jauh, tahun lalu saya memiliki hasrat yang sangat tinggi sekali untuk membeli emas sebagai investasi (walaupun akhirnya saya tidak jadi membeli). Dan benar saja, saat ini harga emas sudah mengalami kenaikan di atas 10% dibanding tahun lalu.

Jika saya renungkan lagi, entah sudah berapa banyak keinginan-keinginan dan ide-ide yang bermunculan di otak saya, namun tidak satupun yang terlaksana. Mengapa? Jawabannya mungkin sederhana, "TIDAK".
Ya, saya tidak pernah berusaha untuk mencapai apa yang saya inginkan. Pada akhirnya saya hanya mencari-cari alasan untuk meng-excuse-kan diri!

Saya teringat akan suatu kelas debat yang saya ikuti. Dimana lawan saya memberi statement: "What's the meaning of trying if it won't even succeed?," dan saya menjawab dengan tegas, "And what's the meaning of success without even trying?"
Saya dapat berdebat dengan penuh keyakinan diri, padahal, apakah yang saya ucapkan sama seperti realita yang saya lakukan? TIDAK!

Saya boleh saja menginginkan banyak hal dan berangan-angan akan kesuksesan rencana itu, tapi jika saya hanya think without trying, mana mungkin saya mendapatkan hasil (entah baik atau buruk)? Paling tidak, saya harus mulai dari mencoba dulu, iya kan?