Akhir pekan panjang kemarin saya habiskan dengan berlibur ke Bali, sendiri (hanya dua hari pertama saya ditemani seorang teman).
Sesuai rencana, saya ikut salah satu penyedia jasa cruise ke pulau Nusa Lembongan. Setelah bersantap di kapal, saya merasa sangat mual hingga akhirnya muntah di toilet. Setelah muntah pun saya tidak merasa lebih baik. Bukan mabok kapal penyebabnya (karena saya memang tidak punya sejarah mabok kapal). Sepertinya saya masuk angin :D
Ketika sampai di tujuan, saya masih merasa sangat mual dan akhirnya memutuskan untuk tidak bermain air (snorkeling, banana boat, dll) dulu, melainkan ikut kunjungan ke desa sesi pertama. Rasanya sayang juga kalau saya keluar uang hanya untuk istirahat duduk-duduk saja kan ya..hehe..
Sampai di desa, kami diajak keliling menggunakan mobil (mirip angkot) terbuka. Dalam satu mobil itu ada sekitar 15 orang (termasuk saya). Dan yang duduk di depan saya (karena bangkunya kan berhadapan gitu ya) adalah sekelompok ABG dengan ciri khas mereka: heboh! Percakapan mereka yang "membahana" itu membuat saya merasa tambah pusing. Dalam hati saya sudah ngedumel, berisik banget sih nih cewek-cewek ABG, bikin orang tambah pusing aja. Sepertinya sih saya tidak sengaja sampai melotot ke arah mereka :p
Setelah berkeliling desa selama +/- 30 menit, kami menunggu perahu jemputan di tepi pantai. Saya yang sudah merasa lebih baik (setelah dikasih minyak angin oleh penduduk setempat-di warung tidak ada yang menjual obat masuk angin, coba ya?) memanfaatkan waktu menunggu dengan memoto-moto pantai dan pemandangan sekitar. Sedangkan para ABG itu sedang berfoto narsis ria di depan saya (tentu saja masih dengan kehebohan mereka).
Di tengah aktivitas memoto kami yang berbeda itu (mereka foto narsis, saya foto pemandangan), salah satu dari mereka mendekati saya dan menawarkan apakah saya mau dibantu fotoin (berhubung saya cuma sendirian). Akhirnya dengan pertimbangan "lumayan buat kenang-kenangan dari sini", saya mengiyakan, "boleh, minta tolong ya."
Setelah itu mereka terus mengajak saya ngrobol dengan campuran bahasa Jawa (karena mereka orang Surabaya), dari bertanya kenapa saya pergi sendiri, dari kapan, dll, dsb. Untungnya saya lumayan mengerti bahasa Jawa karena dulu memang pernah tinggal di Jawa, jadi bahasa campuran mereka itu bisa saya mengerti. Haha..
Ujung-ujungnya kami berkenalan, makan siang bersama, dan mengobrol. Sampai menit-menit terakhir saat saya berbaris di antrian terakhir banana boat dan disuruh batal oleh petugas karena sudah waktunya kembali ke darat, malah mereka yang "memaksa" petugas untuk membiarkan saya tetap mengantri agar bisa mencoba banana boat.
Lucu juga, saya yang awalnya merasa terganggu dengan kehebohan mereka malah jadi banyak dibantu dan terhibur. Walaupun saya tetap merasa mereka "heboh", tapi saya sudah tidak merasa kesal seperti sebelumnya.
Rasanya pepatah "Jangan menilai buku dari sampulnya" itu tidak pernah basi. Seringkali saya menilai orang dari penampilan, gaya, dan sikap mereka tanpa peduli untuk mengenal mereka lebih jauh. Padahal, jika saya mau sedikit mengabaikan pendapat saya (yang kadang terlalu skeptis dan sarkastis), pasti saya akan menemukan (paling tidak) satu hal baik dari mereka.
Tidak ada manusia yang sempurna. Benar, setiap orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pada dasarnya semua manusia itu sama statusnya: manusia ciptaan Tuhan. Kita semua memiliki hak yang sama (kalau saja manusia tidak menciptakan status-status sosial, dll). Sejelek-jeleknya seseorang, yang mungkin sampai membuat kita berpikir kok ada ya orang kayak gini? pasti memiliki sedikitnya satu hal baik dalam diri mereka. Sama seperti sesempurnanya kita, pasti ada sedikitnya satu hal yang kurang/jelek dalam diri kita.
Karena itu, saya harus mencoba untuk tidak menilai dan mencela orang seenaknya. Toh, saya sendiri belum tentu lebih baik dari orang yang saya cela itu. When you try to find, you will find the good side of every person and every situation. Jadi, daripada saya repot-repot memikirkan keburukan-keburukan orang, mungkin akan lebih berguna (bahkan menarik) kalau saya bisa berusaha mencari kebaikan-kebaikan di balik (yang menurut saya merupakan) keburukan mereka. ;)