Labels

February 2, 2011

Payahsangka (jangan berpikir hanya dari satu sisi saja)

Saya berlangganan koran harian yang diantar setiap pagi. Si pengantar koran biasanya menyelipkan koran di gagang pintu depan rumah saya. Tetapi dalam beberapa hari terakhir koran hanya dilempar ke beranda rumah dan menjadi basah ketika hujan turun.
Dua hari yang lalu, saya sengaja bangun lebih pagi dengan niat menunggu si pengantar koran untuk memberitahunya agar koran saya jangan dilempar lagi. Tapi ditunggu sampai siang pun si pengantar koran tak kunjung datang. Dengan perasaan kesal saya langsung berprasangka dalam hati, dasar tuh tukang koran makin hari makin malas kerjanya, keterlaluan.

Pikiran negatif itu tentunya bukan tanpa alasan. Tapi juga tidak bisa saya jadikan 'alasan' untuk dengan mudah dan cepat berprasangka buruk.

Menjelang sore hari (saat saya sudah tidak menunggu lagi), si pengantar koran datang membawa koran saya dengan luka-luka di sekujur tubuh. Dia mengetuk pintu, kemudian memberikan koran tersebut dan menjelaskan bahwa korannya terlambat diantar karena tadi pagi dia mengalami kecelakaan motor di jalan. Saya merasa bersalah karena telah berprasangka yang tidak-tidak. Namun saya tetap memberitahunya untuk tidak lagi melempar koran ke beranda rumah saya, terutama karena cuaca yang tidak menentu belakangan ini. Si pengantar koran pun meminta maaf dengan ramah dan meyakinkan saya bahwa selanjutnya koran tidak akan dia lempar lagi.

Bukan hanya sekali ini saja saya berprasangka buruk akan orang lain karena suatu hal. Lumayan sering saya berpikiran negatif dalam menghadapi hal-hal yang mungkin sebenarnya sepele, tapi me'mancing' hingga menjadi suatu 'masalah'. Menjadi 'masalah' apabila saya mempermasalahkan hal-hal kecil yang terjadi, mengeluhkannya, lalu berprasangka buruk tanpa memandang dari sudut positif.

Seandainya saya tidak "keburu" berpikiran negatif, tentunya saya tidak akan mempermasalahkan perihal koran tersebut. Dan pasti tidak akan menuduh yang bukan-bukan. Saya bisa tetap menunggu si tukang koran dengan tenang, menjelaskan padanya mengenai koran-koran saya yang basah sebelumnya, tidak perlu merasa bersalah karena sudah berprasangka buruk, dan semuanya pun selesai tanpa ada 'masalah' bukan? ;)