Di tengah-tengah pembicaraan saya mendapati diri saya beberapa kali termenung melamun jauh...berpikir bagaimana kehidupan sosial membentuk diri kita, gaya hidup kita, "layak"nya kita. Rasanya memamerkan keberhasilan dan pencapaian menjadi sesuatu yang bukan dibanggakan, tapi hanya sekedar kesombongan dan eksistensi diri. Pakaian dan aksesoris hanya menjadi bahan presentasi diri.
Apakah begini adanya ataukah "seharusnya"? Jati diri tertutup citra diri. Perasaan dipengaruhi pendapat orang. Keinginan dilandasi kepopuleran. Nilai orang didasari pencapaian. Indahnya hidup terganti dengan keindahan duniawi.
Ketika semua orang 'berlomba' mendapat 'tempat' di kehidupan sosial, 'hidup' kah dia? Atau hanya sekedar 'menjalani' hidup?