Ia bermimpi..
Bayangan padang rumput yang hijau. Mentari bersinar indah. Semilir angin sejukkan jiwa.
Tiba-tiba pandangannya berubah. Ia melihat seorang anak kecil berlari. Berlari dan berlari dengan kencangnya. Terlihat wajahnya berpeluh keringat. Namun ketika ia perhatikan lagi, ia juga melihat tetesan air mata jatuh ke pipi gadis kecil yang mungil itu. Apa yang telah terjadi.
***
Ia berlari dengan sekuat tenaga. Berharap semakin jauh langkahnya, semakin tidak terdengar suara di belakangnya. "Kembalilah, anakku sayang..." Ia mulai menangis. Wajah pucatnya basah oleh keringat bercampur air mata. Tapi ia tidak ingin berhenti berlari. Jangan sampai terkejar dan jangan terdengar lagi suara itu.
Melewati padang rumput, melintasi sungai, lewat jalan berbatuan, ia terjatuh. Sakit. Perasaan lelahnya terhenti, terkalahkan oleh rasa sakit. Ia mulai menangis histeris. Semakin kencang tangisannya, semakin terasa sakitnya. Tiba-tiba terngiang di kepalanya suara itu. "Kembalilah......" Tidak. Aku telah berlari terlalu jauh. Dan aku baru saja terjatuh. Aku tidak akan sanggup kembali ke tempat kuberasal. Terisak ia terdiam.
Ia kuatkan diri untuk bangun perlahan-lahan. Hilang kuasanya untuk berlari lagi. Ia bingung tak tentu arah. Ia dongakkan kepala. Melihat ke sekelilingnya. Di mana aku berada? Ia termenung. Menunduk. Dalam kesunyian hati ia mulai berjalan, pelan..