Labels

December 18, 2011

Dibuang Sayang

Apakah Anda pernah menyimpan suatu barang, entah karena itu merupakan barang pemberian mau pun barang milik pribadi, tetapi pada akhirnya Anda memutuskan untuk membuang barang tersebut? Saya termasuk tipe orang yang seperti itu.

Sejak kecil, sudah tidak terhitung berapa kali saya pindah rumah. Hal yang membuat saya kesal setiap kali pindahan, adalah harus membuang barang-barang milik saya yang menurut ibu saya "tidak penting", sehingga dengan terpaksa saya harus menurut untuk tidak menyimpan barang-barang kesayangan saya. Tapi terkadang saya cukup keras kepala untuk mempertahankan beberapa barang yang menurut saya spesial. Walaupun, pada sesi pindahan berikutnya, barang tersebut dengan berat hati tidak saya bawa juga.

Minggu depan saya akan pindah lagi (entah untuk yang keberapa kalinya). Dan, lagi-lagi, kali ini pun saya harus merelakan barang-barang saya. Terlebih lagi, kali ini saya akan pindah ke apartemen yang notabene luas ruangannya minimalis. Karena itu, pindahan kali ini benar-benar membuat saya 'penghabisan.' Hampir semua barang milik saya yang 'tidak penting' saya jual atau saya kasih ke orang secara cuma-cuma. Bahkan, buku-buku dan komik yang menjadi hobi saya (yang paling menghibur) pun saya relakan.

Entah karena sudah lelah, bosan, atau terbiasa, kali ini saya benar-benar merelakan barang-barang saya tanpa rasa berat hati sedikit pun. Malah, seandainya bisa, ingin rasanya saya meninggalkan semua barang milik saya, dan benar-benar hanya membawa beberapa barang yang 'penting' saja.

Kalau saya refleksikan masalah pindahan ini, saya mulai berpikir secara mendalam. Selama ini, sering sekali saya merasa berat mengambil suatu keputusan karena terlalu melo mempertimbangkan ini dan itu, yang mungkin kalau mau ditelaah lebih jauh memang 'ga penting'. Antara emosi dan logika, terkadang kita harus menentukan mana yang lebih 'penting' dalam hidup ini. Sadar bahwa kenyataan tidak selalu sesuai dengan harapan..