Beberapa hari yang lalu dalam perjalanan pulang ke rumah, saya naik salah satu bus Kopaja yang lewat di depan saya. Hari itu hari Minggu, dan waktunya juga sudah malam, sekitar pukul 19.00 WIB. Bus Kopaja yang saya naiki sepi penumpang. Saya bebas memilih tempat duduk. Tidak heran memang, saingannya banyak. Selain banyaknya bus Kopaja, ada juga beberapa bus lain yang memiliki trayek hampir sama.
Sepuluh menit setelah saya naik, tahu-tahu ada banyak orang yang naik. Alhasil bus yang tadinya sepi mendadak jadi sesak penumpang. Saya agak heran juga, padahal tepat di belakang dan di depan Kopaja yang saya naiki, ada bus yang memiliki trayek yang sama. Beruntung sekali Kopaja yang saya naiki ini, "kebanjiran" penumpang :p
Padahal, saya perhatikan bus-bus itu juga sepi penumpang. Kenapa orang-orang memilih untuk naik Kopaja ini? Saya tidak tahu. Entah hanya kebetulan asal pilih atau ada hal-hal yang mereka pertimbangkan. Yang pasti, keputusan mereka memilih Kopaja saya (yang saya naiki maksudnya..hehe..) menjadi rezeki bagi si pak supir dan keneknya.
Begitu pun dengan keputusan-keputusan lain yang kita buat di dalam hidup kita. Sengaja atau tidak sengaja, sadar atau tidak, semua keputusan dan tindakan yang kita lakukan pasti memengaruhi orang lain. Berapa besar porsinya, tidak pasti..